Selasa, 20 Maret 2012

kapasitas paru-paru


Pendahuluan
Kata pengantar
                 Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa yang telah melimpahkan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan praktikum biologi mengenai “Kapasitas Pernafasan Paru-Paru” dengan sebaik-baiknya. Tak lupa pula kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan kritik serta masukan yang membangun terhadap laporan ini.
                    Secara khusus kami mengucapkan terima kasih kepada ibu Juniati S.pd selaku guru biologi kelas XI IPA 1 SMA NEGERI 1 BARRU, yang senantiasa membimbing kami sampai  sekarang ini. Kami juga menyadari pada laporan ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu kami senantiasa mengharapkan masukan kritik serta saran­ dari teman-teman. Semoga laporan ini bisa memberikan manfaat bagi yang membacanya.








Text Box: Kapasitas Pernafasan Paru-paru
 



Tujuan : Mengetahui Kapasitas Pernafasan Paru-Paru

Waktu & Tempat
*     Waktu  : Jum’at, 24 Februari 2012
*     Tempat : Laboratorium Biologi dan samping Aula SMA NEG 1 BARRU

Landasan Teori
                    Bernafas adalah proses memasukkan atau menghirup Oksigen (O2) dan mengeluarkan Carbon Dioksida (CO2). Proses pernafasan dimulai dari hidung, begitu memasuki hidung udara dibersihkan dan dihangatkan oleh rambut hidung. Rambut hidung juga bertindak sebagai saringan. Rambut-rambut hidung menyaring partikel-partikel debu dan kotoran yang terbawa bersama udara pernafasan. Mekanisme pernafasan terbagi menjadi 2, yaitu:
1.    Pernafasan dada
Pernafasan ini tejadi karena adanya kontraksi otot antar tulang rusuk

2.    Pernafasan perut
Pernafasan ini terjadi karena adanya kontraksi diafragma dan otot dinding perut.






Alat dan Bahan :
ü  Ember
ü  Geregen
ü  Selang kecil dengan panjang 50cm
ü  Air secukupnya
ü  Spidol permanen

Langkah Kerja :
A.   Beri skala pada geregen setiap 5 cm dengan menggunakan spidol
B.   Geregen yang telah diberi skala diisi air sampai penuh
C.    Ember di isi air sampai penuh, dan geregen yang sudah di isi air kemudian dibalik di dalam ember dan pasangkan selang kedalam geregen
D.   Hirup nafas dalam-dalam dan hembuskan sekuat-kuatnya lewat mulut ke dalam geregen melalui selang tadi
E.   Amati berapa volume air (merupakan kapasitas udara pernafasan)
F.    Catat berat badan orang yang meniup
G.   Bandingkan dengan teman-teman yang berat badan berbeda-beda
H.   Ulangi langkah diatas setelah anda jalan dan lari-lari selama 3 menit
I.    Catat hasilnya dalam tabel.








Tabel Hasil Pengamatan

No
Nama
Jenis Kelamin
Berat Badan (Kg)
Umur
Istirahat
Jalan
Lari

1
Restu .A
L
50
16
11 cc
5
15

2
Fitria
P
50
16
12
6
16

3
Zulfikar
L
48
16
12.5
11
15

4
Desi Safitri
P
45
16
10
9
11

5
Sitti Ramla
P
50
17
10
8
7

6
Abd Rasyid
L
55
16
10
13
15

7
Nur alamsya
L
50
16
12.5
11
15

8
Surahmi
P
43
17
11
17
16

9
Lukman .M
L
50
16
8
5
2

10
Nurul aulia
P
43
17
11
10
9
11
Aziziyah
P
40
16
20
24
25
12
Alamsa
L
56
16
11
19
12










Kesimpulan :
ü  Kecepatan pernapasan seseorang dipengaruhi factor, jenis kelamin, umur, suhu tubuh, posisi tubuh,dan kegiatan
ü  Semakin bertambahnya umur seseorang, maka pernapasannya menjadi lebih lambat daripada yang masih mudah
ü  Singkat kata, semakin banyak aktivitas seseorang maka semakin cepat pernapasannya, namun bila keadaan tubuh seseorang dalam keadaan stabil maka proses pernafasannya akan lambat
Saran :
Beraktivitaslah agar kerja paru-paru anda bisa maksimaldan agar kita tidak mudah terkena serangan penyakit dari luar, namun demikian, kerja atau aktivitas kita tidak boleh melebihi batas kemampuan.



 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar